Melukis Laut

10:35:00 AM



Malam ini, 
Aku ingin melukis laut 
Dengan ikan-ikan lucu di dalamnya 
Yang bisa dilihat tanpa harus menyelam 

Tentu airnya bening 
Tentu lautnya megah 


Aku ingin lukiskan Tuhan ada di situ 
Ada di tengah-tengah badai 
Ada di ganasnya ombak 
Ia nampak arogan 
Namun menyediakan segalanya untuk hidup 

Aku harus melukiskan seseorang di atas perahu 
Menggunakan caping di kepalanya 
Dengan dayung di tangan 
Melawan ombak, membunuh badai 
Dan, ia harus menerjang Tuhan 
Untuk beberapa ekor ikan 
Yang selanjutnya terkapar di meja makan 

Malam ini aku ingin melukis laut 
Ya, hanya malam ini 
Karena di dalam gelap 
Mata kehilangan fungsinya 
Sehingga imajinasi bisa bertindak liar 

Mungkin, 
Itu sebabnya Copernicus bisa terlampau yakin 
Itu alasannya Galileo menolak patuh 

Besok aku segera hilang minat 
Dan, khayalan tentang laut jadi deskripsi utopis 

Ikan tak ada di tempatnya 
Laut telah menjadi keranjang batu 
Serta tempat berak industri belanja 

Tuhan telah pergi 
Ia menghindari timbunan batu 
Dan memilih belanja di Town Square 

Tuhan tak lagi sangar 
Ia terlampau modis 
"Belanja, belanja!" demikian Ia berfirman 

Tuhan menyertai para konsumen yang taat! 

Kemudian, 
Daya khayal rubuh dihantam fakta 
Bahwa di terang-terang 
Imajinasi bisa kehilangan matanya 
Dan menjadi tak berguna 

Aku ingin melukis laut 
Malam ini saja 
Supaya besok aku tak lupa 
Wajah laut yang semestinya

You Might Also Like

0 comments

Tentang Saya

My photo

Dengan bakat masak telur, mie instant dan air panas, saya bercita-cita jadi master chef.

"Tembok!"

Informasi diperoleh secara cuma-cuma. Ia ada disekitar kita. Tiap orang berhak mengaksesnya untuk mengembangkan diri atau menghindari pembodohan. Karenanya, privatisasi informasi merupakan sebuah bentuk penyelewengan intelektual.

Coretan di Tembok!