Tentang Pengecutnya Seorang Pengagum

9:54:00 AM



Hey, kamu... yang punya ekspresi sebening air mineral dan yang tak pandai menyembunyikan emosi. Aku benar-benar mengagumimu. 


Aku ingin selalu menjadi yang pertama mengetahui kabarmu lewat status di blacberry messenger. Aku yang diam-diam membuka dinding facebook untuk sekedar mengetahui aktivitasmu hari ini: musik apa yang kamu dengar, lagi membaca ebook yang mana atau video siapa yang kamu tonton. 

Sampai-sampai, karena terlampau mengagumimu, aku rela menjadi budak teknologi. 

Menyedihkan? Persetan dengan rasa sedih. Aku tahu rasanya menikmati hidup. Dan lagi, sejak bisa berpikir, aku telah terbiasa digempur kesedihan. 

Oh, ya, sekedar untuk diketahui, aku tak pernah bosan melihat foto-foto yang kamu posting di facebook: melihat senyum yang begitu jauh dari kebohongan serta wajah yang selalu manis dengan beberapa jerawat. Kamu adalah seorang photogenic. Dengan rambut panjang atau sebahu, kecantikanmu tak pernah bisa disembunyikan. 

Sejauh yang kuketahui, benar, kan, kamu suka film horor? Oh, ya, aku juga tahu kamu suka film korea, yang meski dipenuhi tangisan tapi (barangkali) selalu happy ending. 

Aku tak terlalu suka nonton film, setidaknya sesuai genre kesukaanmu. Aku lebih suka musik. Tepatnya Bon Jovi. Mereka mampu mengemas lirik cengeng dengan penyampaian tegas. 

Ya, sekali lagi, di sini kita berbeda. Kau suka K-Pop, bukan? 2NE1, bukan? Aku tahu itu. Aku tak paham bahasanya, dan tidak peduli. Tapi, sepertinya, nonton konser 2NE1 denganmu pasti akan begitu menyenangkan. 

Di bayanganku, seharusnya, banyak hal bisa dibikin bersama: makan bakso tenes, minum es cendol atau mengunjungi pasar malam. Enak juga ngobrol hal remeh-temeh: tentang kutu-kutu di rambut, IP yang di tiap semesternya terjun payung atau tentang film horor. 

Namun, aku terlampau pengecut mendekatimu, menanyakan kabar atau sekedar mendengar ucapan "halo, siapa ini?" 

Sudahlah, konstruksi di kepalaku terasa begitu kuat: menghabiskan waktu bersama adalah menjumpai kebosanan di tiap menit dan mendengar janji yang tak pernah ditepati. 

Karenanya, aku akan selalu ada di sini, di kejauhan. Menjadi bayangan, yang membuntutimu hingga ke ujung terang. 

Aku akan selalu mengagumimu, seperti kau mengagumi 2NE1.

You Might Also Like

0 comments

Tentang Saya

My photo

Dengan bakat masak telur, mie instant dan air panas, saya bercita-cita jadi master chef.

"Tembok!"

Informasi diperoleh secara cuma-cuma. Ia ada disekitar kita. Tiap orang berhak mengaksesnya untuk mengembangkan diri atau menghindari pembodohan. Karenanya, privatisasi informasi merupakan sebuah bentuk penyelewengan intelektual.

Coretan di Tembok!