Untuk Matahari

10:34:00 AM



kecantikanmu mirip api matahari 
yang tak pernah mati 
meski dibungkus mendung 
atau padam disiram hujan 

ia tetap hidup 
tetap menghidupi 

kamu adalah matahariku 
yang mesra mencium daun 
namun tanpa ampun membunuh embun 

kamu adalah cerita tentang hidup 
yang bicarakan cinta 
sekaligus amarah 

apapun itu, 
tetaplah di sini,
cintaku 

dinginkan kopi panas 
tanpa harus meniupnya 

atau

makan mie instan 
di ruang yang penuh
dengan tumpukan sepi 

jangan tinggalkan aku 
di dalam pagi yang pucat 
manisku 

karena 
ketika matahari mati 
semua yang hidup ikut pergi

sumber foto
http://1.bp.blogspot.com/-Hdy9m1E4ke0/ThqBjvH6r1I/AAAAAAAAAEo/QVnsN9T6DcM/s1600/matahari-tengelam-di-pantai-losari_21.jpg

You Might Also Like

0 comments

Tentang Saya

My photo

Dengan bakat masak telur, mie instant dan air panas, saya bercita-cita jadi master chef.

"Tembok!"

Informasi diperoleh secara cuma-cuma. Ia ada disekitar kita. Tiap orang berhak mengaksesnya untuk mengembangkan diri atau menghindari pembodohan. Karenanya, privatisasi informasi merupakan sebuah bentuk penyelewengan intelektual.

Coretan di Tembok!