Pulanglah

2:06:00 AM


menunggumu adalah teror sebelum pagi
juga ancaman yang menunda mimpi

aku tahu,
tak ada yang bisa hentikan
gerak alkohol
di ceret kerdil itu

seperti halnya dinamika ombak
di samping telinga

tapi, kau perlu tahu

aku merindukanmu
macam rokok yang perlu asap
dan bicara yang butuh kata

aku merindukanmu
seperti tidur yang perlu mimpi
seperti kreasi yang mati di luar imajinasi

sebab,
merindukanmu bagaikan detak jam dinding
yang tak kunjung kehabisan baterai

dan, 
kesendirianku ini
seperti boulevard di malam hari

sepi.
nyaris mati

pulanglah,cinta

aku tak bisa tidur
tanpa memegang tangan kananmu


Manado, 20 September 2013
sumber ilustrasi

You Might Also Like

0 comments

Tentang Saya

My photo

Dengan bakat masak telur, mie instant dan air panas, saya bercita-cita jadi master chef.

"Tembok!"

Informasi diperoleh secara cuma-cuma. Ia ada disekitar kita. Tiap orang berhak mengaksesnya untuk mengembangkan diri atau menghindari pembodohan. Karenanya, privatisasi informasi merupakan sebuah bentuk penyelewengan intelektual.

Coretan di Tembok!