Benci Rindu

6:09:00 AM



















Seperti pengalaman,
Rindu adalah guru terbaik
Ia bisa begitu puitis
Atau jadi ragu yang tragis


Dengan rindu,
Kau bisa percaya tanpa melihat
Sendiri tanpa kesepian

Kau merasakan hampa yang bernyawa
Punya detak dan bernafas

Dengan rindu
Aku masih di sampingmu
Biarpun semu

Tapi ada saatnya
Percaya itu tak ada
Akal sehatmu terkikis
Semakin tak logis

Kau mulai tempatkan imajinasimu
Serta kecemasan-kecemasan
Dalam ruang gerakku

Khayalanmu kemudian menjadi prasangka
Yang bergentayangan ke segala arah

Kau tahu,
Prasangka sudah meracuni dunia
Ia adalah polusi dari kepala-kepala
Yang malas berpikir sehat

Hari ini,
Prasangka banyak melahirkan kebencian
Ia jadi sebuah tuduhan
Yang tak butuh jawaban

Itu sungguh tak menarik
Gadisku

Agaknya,
Otakmu perlu rehat
Nikmati segala sesuatu
Naik gunung, di guyur air terjun
Atau kunjungi sebuah pulau kecil

Enyahkan aku sejenak dari kepalamu
Atau bahkan selamanya
Biarkan rindu bertumbuh
Atau perlahan layu

Ah...
Aku mulai benci rindu

Aku segera pulang
Dan berharap temukan cinta yang seru

Kalau kau masih di situ
Kau adalah rumahku

You Might Also Like

0 comments

Tentang Saya

My photo

Dengan bakat masak telur, mie instant dan air panas, saya bercita-cita jadi master chef.

"Tembok!"

Informasi diperoleh secara cuma-cuma. Ia ada disekitar kita. Tiap orang berhak mengaksesnya untuk mengembangkan diri atau menghindari pembodohan. Karenanya, privatisasi informasi merupakan sebuah bentuk penyelewengan intelektual.

Coretan di Tembok!