Tentang Semua Yang Berubah

November 20, 2024



Banyak hal telah berubah. Seturut ekspektasi atau malah melampauinya – termasuk dalam hal yang paling tidak diinginkan. Katanya sudah begitu cara kerja dunia, bahkan sebelum manusia pertama ada.

Sehingga, mengharapkan segala sesuatu berlangsung lurus-lurus saja adalah pikiran yang sungguh lugu. Toh, lempeng bumi terus bergerak dan berulang kali membuat guncangan!? Keadaan berubah, kita lah yang sering kali sulit menerimanya.

Seseorang yang pernah dekat dan perhatian, misalnya, telah menyangkalmu di suatu percakapan. Sementara, orang yang dulu kau anggap bedebah-keparat, kini jadi yang pertama kali menjengukmu ketika sakit.

Tentu saja ini bukan soal situasi mana yang (membuatmu merasa) lebih baik atau buruk. Keduanya benar-benar canggung. Yang satu meninggalkanmu. Yang terakhir berusaha memahamimu.

Aku telah membebaskan diri dari perasaan-perasaan itu. Di pikiranku hanya ada aku sendiri. Aku mulai terbiasa menjumpai semua yang berubah dan menjadi asing. Aku anggap segala yang hilang serupa langkah pelancong yang meninggalkan kota. Bukan siapa-siapa. Sebab hidup terlalu singkat untuk segala hal yang tak mau akrab.

Dan kalau pun nantinya aku berubah, sedikit hal yang ingin kupertahankan hanyalah kemampuan mengangkat beberapa botol alkohol. Selebihnya adalah lupa.

Hidup benar-benar terlalu pendek untuk tiba-tiba menjadi brengsek.

You Might Also Like

0 comments